<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>RAINBOW</title>
	<atom:link href="http://kudus.net78.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kudus.net78.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 09:13:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Dijual Keperawanan, Siapa yang mau beli ?</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/07/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/07/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 09:13:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.
Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.</p>
<p>Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.</p>
<p>Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.</p>
<p>Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:</p>
<p>” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”</p>
<p>” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.</p>
<p>” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”</p>
<p>” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..</p>
<p>” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”</p>
<p>” Maksud, bapak? ”</p>
<p>” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”</p>
<p>” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat.</p>
<p>” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”</p>
<p>Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.</p>
<p>” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”</p>
<p>” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.</p>
<p>Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.</p>
<p>” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.</p>
<p>Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.</p>
<p>Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.</p>
<p>” Apakah anda serius? ”</p>
<p>” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.</p>
<p>” Berapa tarif yang anda minta? ”</p>
<p>” Setinggi-tingginya. .’ ‘</p>
<p>” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.</p>
<p>” Saya masih perawan ”</p>
<p>” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..</p>
<p>Pikirnya</p>
<p>” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”</p>
<p>” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan …”</p>
<p>” Kalau tidak terbukti? ”</p>
<p>” Tidak usah bayar …”</p>
<p>” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.</p>
<p>” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”</p>
<p>” Cobalah. ”</p>
<p>” Berapa tarif yang diminta? ”</p>
<p>” Setinggi-tingginya. ”</p>
<p>” Berapa? ”</p>
<p>” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”</p>
<p>” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”</p>
<p>Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.</p>
<p>Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.</p>
<p>” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ”</p>
<p>” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”</p>
<p>” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.</p>
<p>” Saya ingin yang lebih tinggi…”</p>
<p>” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.</p>
<p>Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.</p>
<p>” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ”</p>
<p>” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”</p>
<p>” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap<br />
saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh … ”</p>
<p>” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.</p>
<p>Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.</p>
<p>” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.<br />
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.</p>
<p>Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.</p>
<p>Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.</p>
<p>” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.</p>
<p>Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu …</p>
<p>” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.</p>
<p>” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.</p>
<p>” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.</p>
<p>” Rp.. 6 juta, tuan ”</p>
<p>” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”</p>
<p>Wanita itu terdiam.</p>
<p>Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.</p>
<p>” Bagaimana? ” tanya pria itu.</p>
<p>”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.</p>
<p>Petugas satpam itu tersenyum kecut.</p>
<p>” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.</p>
<p>” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”</p>
<p>” Tentu! ”</p>
<p>” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ”</p>
<p>” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”</p>
<p>Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.</p>
<p>Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.</p>
<p>” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”</p>
<p>Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.</p>
<p>” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.</p>
<p>Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.</p>
<p>Wajah pria itu nampak masam seketika</p>
<p>” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.</p>
<p>Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”</p>
<p>Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.</p>
<p>Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.</p>
<p>Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … Huh ”</p>
<p>Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.</p>
<p>” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.</p>
<p>Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.</p>
<p>“Dia masih perawan..”</p>
<p>Pria itu mendekati petugas satpam itu.</p>
<p>Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”</p>
<p>” Benar, pak. ”</p>
<p>” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”</p>
<p>” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”</p>
<p>” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.</p>
<p>Pria itu menyalami hangat wanita itu.</p>
<p>” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.</p>
<p>” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.</p>
<p>Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.</p>
<p>Di dalam kamar …</p>
<p>” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”</p>
<p>” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”</p>
<p>” Maksud kamu? ”</p>
<p>” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. ”</p>
<p>” Hanya itu …”</p>
<p>” Ya …! ”</p>
<p>Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.</p>
<p>” Siapa nama kamu? ”</p>
<p>” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu</p>
<p>” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”</p>
<p>”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”</p>
<p>” Ada ! ” Kata pria itu seketika.</p>
<p>” Sebutkan! ”</p>
<p>” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.</p>
<p>Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.</p>
<p>” Saya tidak mengerti …”</p>
<p>” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”</p>
<p>” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”</p>
<p>” Apakah uang itu kurang? ”</p>
<p>” Lebih dari cukup, pak … ”</p>
<p>” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”</p>
<p>” Silahkan …”</p>
<p>” Mengapa kamu begitu beraninya … ”</p>
<p>” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak …<br />
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.<br />
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.<br />
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` … Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ”</p>
<p>” Keyakinan apa? ”</p>
<p>” Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.</p>
<p>Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:</p>
<p>” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”</p>
<p>” Kesadaran… ”</p>
<p>.. . .</p>
<p>Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.</p>
<p>” Kamu sudah pulang, nak ”</p>
<p>” Ya, bu … ”</p>
<p>” Kemana saja kamu, nak … Huh”</p>
<p>” Menjual sesuatu, bu … ”</p>
<p>” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …</p>
<p>Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang<br />
gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan<br />
….</p>
<p>” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”</p>
<p>Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.</p>
<p>Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata<br />
kepada supir taksi: ” Antar kami kerumah sakit …”</p>
<p>Sumber: http://www.yauhui.net/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/07/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah David Dan Telepon Umum</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/07/kisah-david-dan-telepon-umum/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/07/kisah-david-dan-telepon-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 09:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan. David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan. David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.</p>
<p>“Halo, apa kabar?” telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: “Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.” Ibu David berkata: “Anakku tersayang, mama tahu.”<br />
“Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?” David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, “Mama, apa yang telah terjadi di rumah?”</p>
<p>Ibu David berkata, “Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri.”</p>
<p>Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David juga “tes”, “tes” tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung.” David berkata kepada ibunya, “Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian.”</p>
<p>Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out.</p>
<p>Pada detik ketika David mengatakan “Sampai jumpa” kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut. Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.</p>
<p>David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu, ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan. Namun setelah bolak- balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon. Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, “Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon).”</p>
<p>Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, “Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan.” Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.</p>
<p>Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, “Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana.”</p>
<p>“Hore!”, David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.</p>
<p>Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.</p>
<p>Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: “Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan.” Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.</p>
<p>Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: “Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya.”</p>
<p>Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme: “Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan.”</p>
<p>Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah di atas? Walau di saat- saat paling sulit, Pertama : Jangan melupakan harapan selalu ada. Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.</p>
<p>Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direktur nya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.</p>
<p>Sumber: http://www.yauhui.net/david-dan-telepon-umum/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/07/kisah-david-dan-telepon-umum/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meliat Iraq Dari Dekat, Mencari Kebenaran Isu Perang Saudra.</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/07/meliat-iraq-dari-dekat-mencari-kebenaran-isu-perang-saudra/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/07/meliat-iraq-dari-dekat-mencari-kebenaran-isu-perang-saudra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 08:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Live Of Dream]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Dengan adanya penarikan pasukan AS dari kota-kota Iraq, 30 Juni kemarin, berlangsung perayaan di seluruh negeri, yang rakyat menyatakan dengan suka-cita, sebagai ‘Hari Kedaulatan’ nasional. Iraq merasa bebas dari penjajahan AS, yang selama bertahun telah dijajah oleh AS, dan mengakibatkan lebih satu orang tewas, dan jutaan lainnya telah meninggalkan negeri itu.
Penarikan pasukan AS ini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/iraq-pasukan-as.jpg" alt="Melihat Iraq ; Diambang Perang Saudara" width="300" height="150" />Dengan adanya penarikan pasukan AS dari kota-kota Iraq, 30 Juni kemarin, berlangsung perayaan di seluruh negeri, yang rakyat menyatakan dengan suka-cita, sebagai ‘Hari Kedaulatan’ nasional. Iraq merasa bebas dari penjajahan AS, yang selama bertahun telah dijajah oleh AS, dan mengakibatkan lebih satu orang tewas, dan jutaan lainnya telah<span id="more-752"></span> meninggalkan negeri itu.</p>
<p>Penarikan pasukan AS ini adalah bagian perjanjian antara Pemerintah Iraq dan Pemerintah AS, di bawah Presiden George W. Bush, di mana di dalam perjanjian itu, menyebutkan pada 30 Juni 2009, pasukan AS harus keluar dari kota-kota Iraq. Sementara itu, dari Washington, Presiden Barack Obama, menegaskan, bahwa seluruh pasukan AS, Agustus 2010 harus sudah keluar dari Iraq. Berdasarkan perjanjian itu, pasukan AS, Desember tahun 2011, seluruhnya pasukan AS sudah harus sudah meninggalkan Iraq.</p>
<p>Kota-kota di Iraq, termasuk Bagdad, selama ini dipenuhi oleh tentara AS, dan mereka dengan senjata otomatis, disertai dengan tank-tank yang lalu-lalang, melakukan patrol di kota-kota Iraq. Tapi, kini terjadi perubahan drastis, di mana pasukan AS, meninggalkan kota-kota Iraq, dan hal ini seperti dikatakan, pejabat Pentagon, Joseph Mc.Millan, 29 Juni lalu. “Sekarang masuknya kembali tentara AS, harus melalui pemerintahan Iraq”, ucap Mc.Millan. Hal ini menjadi tantangan pasukan pemerintah Iraq, ketika tentara Iraq meninggalkan kota-kota Iraq.</p>
<p>Tapi, kenyataannya pasukan Iraq tidak cukup efetktif, khususnya menghadapi kekerasan, yang terus meningkat di seluruh Iraq, terutama di wilayah Utara Iraq, yaitu Mosul. Jumlah korban dalam 10 hari ini sudah mencapai 250 orang lebih. Belum lama ini, di Kirkuk terjadi ledakan yang dahsyat, di mana 27 orang seketika tewas, dan puluhan lainnya, mengalami luka-luka. Sekarang, tidak ada jeda, setiap hari terjadi ledakan, yang mengakibatkan korban. Nampaknya, konflik sectarian yang mengarah kepada perang saudara sulit dihindarkan.</p>
<p>Menjelang penarikan tentara AS dari Iraq, terjadi penyerangan, yang mengakibatkan 4 orang tentara AS tewas. Pasukan yang tergabung dalam pasukan multinasional, mereka tidak aman meninggalkan kota-kota di Iraq. Mereka menghadapi serangan dari berbagai kelompok pejuang di Iraq. Perdana Menteri Iraq, Nouri al-Maliki, menyatakan, ‘Salah mereka yang menganggap, pemerintah Iraq tidak dapat menjaga keamanan Iraq, sesudah tentara AS meninggalkan pusat-pusat kota’, ucap Maliki.</p>
<div class="caption-wrapper" style="border: 0px none #666666; margin: 0px; padding: 0pt; overflow: hidden; font-size: 0.1px; width: 372px; height: 253px;"><img class="captify" style="border: 0pt none; margin: 0pt; display: block; padding-bottom: 1em;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/iraq.jpg" alt="" width="372" /></div>
<p>Kenyataannya, menjelang penarikna pasukan AS, tindak kekerasan justru semakin meningkat, seperti sebelum 30 Juni, terjadi bom mobil, yang menewaskan 250 orang, dan sebelumnya 20 Juni, bom mobil menewaskan 81 orang di luar Masjid di utara Iraq, dan bom mobil di pasar kota Bagdad, yang terjadi pada 24 Juni, menewskan 78 orang. Peristiwa kekerasan ini berlangsung, bersamaan dengan hari, di mana seluruh rakyat Iraq sedang merayakan ‘Hari Kedaulatan’ mereka.</p>
<p>Ini hanyalah menggambarkan 650.000 tentara Iraq, yang dibentuk oleh AS, yang diharapkan dapat mengamankan dan menciptakan stabilitas Iraq, nampaknya tak dapat berbuat banyak. Karena, di di dalam tubuh tentara Iraq, terbagi dalam faksi-faksi, yang menyebabkan melemahkan kekuatan militer Iraq.</p>
<p>Sekarang di Iraq, di saat militer AS, meninggalkan kota-kota Iraq, berbagai kekuatan para-militer dari berbagai faksi di Iraq, yang mendapatkan dukungan dari para mantan pengikut Saddam Husien akan ikut menciptakan ketidakstabilan. Karena, masuknya pasukan AS ke Iraq, tak lain, karena adanya pengkhianatan dari pasukan ‘Garda Republik’, yang Syiah, di mana mereka meninggalkan pasukannya, dan menolak bertempur. Inilah awal terjadinya malapetaka.</p>
<p>Kini, konflik antara pengikut Sunni dan Syiah di Iraq, sepertinya tak dapat dielakkan, karena berbagai kondisi, termasuk peran AS, yang memang menginginkan Iraq tidak stabil, dan penuh dengan kekerasan, sehingga pemerintah Iraq tetap bergantung terhadap AS. Kalangan Sunni, kawatir kelompok Syiah mendominasi angkatan bersenjata Iraq, sementara itu kelompok Syiah, takut dengan pemboman yang dilakukan oleh kelompok Sunni.</p>
<p>Sepertinya, konflik di Iraq tidak akan segera berakhir bersamaan dengan penarikan pasukan AS. Karena, pemerintah AS, sengaja meninggalkan ‘bom waktu’, dengan menyulut konflik Syiah dan Sunni. (eramuslim.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/07/meliat-iraq-dari-dekat-mencari-kebenaran-isu-perang-saudra/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Nenek Pemungut Daun</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/kisah-nenek-pemungut-daun/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/kisah-nenek-pemungut-daun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 05:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[
Kisah ini di kirim oleh Syrief Nur &#60;syariefkuin@yahoo.co.id&#62; ke milli : muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com, dia membacanya dari sebuah buku dan tidak dicantumkan nama bukunya. Saya tampilkan disini semoga bisa diambil hikmahnya:
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Kisah ini di kirim oleh Syrief Nur &lt;syariefkuin@yahoo.co.id&gt; ke milli : <a href="mailto:muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com">muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com</a>, dia membacanya dari sebuah buku dan tidak dicantumkan nama bukunya. Saya tampilkan disini semoga bisa diambil hikmahnya:</p>
<p>Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.</p>
<p>Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.</p>
<p>Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapu sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “<em>Jika kalian kasihan kepadaku,</em>” kata nenek itu, “<em>Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.</em>” Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.</p>
<p>“<em>Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,</em>” tuturnya. “<em>Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.</em>“</p>
<p>Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura yang bernama Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah SAW?</p>
<p>Waminallah taufik wal hidayyah</p>
<p>Sumber: http://sufimuda.wordpress.com/2009/06/18/kisah-nenek-pemungut-daun/</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/kisah-nenek-pemungut-daun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Menu Login Pada Wordpress di Halaman Depan</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/membuat-menu-login-pada-wordpress-di-halaman-depan/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/membuat-menu-login-pada-wordpress-di-halaman-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Anda ingin membuat menu login yang hampir mirip dengan joomla? Kami berikan sedikit trik bagaimana membuat form login berada di halaman depan situs wordpress anda.
Caranya, Download dulu code beikut ini. kemudian kopikan code yang telah anda download tadi kedalam website anda :
http://www.ziddu.com/download/5352424/hackyourwp.txt.html
Keterangan :
- Pada TAG FORM http://kudus.net78.net/wp-admin/ tolong anda ganti dengan domain anda sendiri, terima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda ingin membuat menu login yang hampir mirip dengan joomla? Kami berikan sedikit trik bagaimana membuat form login berada di halaman depan situs wordpress anda.<br />
Caranya, Download dulu code beikut ini. kemudian kopikan code yang telah anda download tadi kedalam website anda :</p>
<p><a class="normal12blue" href="http://www.ziddu.com/download/5352424/hackyourwp.txt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/5352424/hackyourwp.txt.html</strong></a></p>
<p>Keterangan :</p>
<p>- Pada TAG FORM http://kudus.net78.net/wp-admin/ tolong anda ganti dengan domain anda sendiri, terima kasih atas kunungan anda</p>
<form action="http://kudus.net78.net/wp-admin/"> </form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/membuat-menu-login-pada-wordpress-di-halaman-depan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” Dibuka!</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/kontes-seo-joko-susilo-%e2%80%9cstop-dreaming-start-action%e2%80%9d-dibuka/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/kontes-seo-joko-susilo-%e2%80%9cstop-dreaming-start-action%e2%80%9d-dibuka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 05:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Menggemparkan! Itulah kata yang tepat menggambarkan kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” ini. Begitu pengumuman ini diposting kemarin lusa, jagad internet Indonesia langsung heboh dengan berita ini. Kata kunci Stop Dreaming Start Action langsung diserbu para blogger.
Selain dari komentar yang muncul pada posting tersebut, respon peserta yang begitu besar terlihat dari membludaknya peserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1293" title="stop-dreaming-start-action" src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2009/06/stop-dreaming-start-action.gif" alt="kontes-seo-joko-susilo-stop-dreaming-start-action" width="125" height="105" />Menggemparkan! Itulah kata yang tepat menggambarkan kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” ini. Begitu pengumuman ini <a title="Joko Susilo Gelar Kontes SEO Berhadiah 25 Juta Rupiah" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/18/joko-susilo-gelar-kontes-seo-berhadiah-25-juta-rupiah/" target="_blank">diposting kemarin lusa</a>, jagad internet Indonesia langsung heboh dengan berita ini. Kata kunci <strong>Stop Dreaming Start Action</strong> langsung diserbu para blogger.</p>
<p>Selain dari komentar yang muncul pada posting tersebut, respon peserta yang begitu besar terlihat dari membludaknya peserta yang mendaftar. Dalam dua hari pra-pembukaan, jumlah calon peserta sudah mencapai 700 orang. Para SEO mania baik yang mengaku masih pemula maupun yang sudah pakar, turut berlomba meramaikan kontes ini.</p>
<p>Maka langsung saja… dengan ini, saya nyatakan…</p>
<p><strong>Kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” dibuka!</strong></p>
<p>Selamat berlomba dengan jujur dan menjunjung sportivitas. Pastikan anda membaca peraturan yang ditetapkan dan terus mengikuti berita terbaru seputar kontes ini.</p>
<p>Untuk memperjelas, saya tambahkan beberapa keterangan dalam kontes ini:</p>
<ul>
<li>Pemenang kontes adalah peserta yang blog atau situs webnya tercantum di Google.co.id pada pukul 9 pagi WIB, pada “telusuri web”, bukan “laman dari Indonesia”.</li>
<li>Panjang artikel yang dilombakan minimal 400 kata yang bicara tentang Stop Deaming Start Action.</li>
<li>Untuk memacu kreativitas anda, postingan yang <strong>semata-mata hanya berita kontes</strong> tidak dimasukkan dalam hitungan lomba. Jadi andaikan pada akhir batas perlombaan terdapat artikel berita kontes yang masuk dalam 10 besar, itu tidak termasuk pemenangnya. Dan akan diganti pada urutan berikutnya. Maka dari itu, anda harus segera edit jika artikel yang anda lombakan seperti itu.</li>
<li>Tetapi jika postingan anda ditulis sesuai dengan tema yang diharuskan, namun juga menambahkan sedikit informasi soal berita kontes, maka itu dianggap sah dan dimasukkan sebagai artikel peserta. Paling tidak materi harus didominasi oleh tulisan motivasi untuk mendorong pembaca Stop Dreaming Start Action. Infomasi kontes boleh dicantumkan sedikit/belakangan atau di postingan lain.</li>
<li>Panitia berhak meninjau ulang peraturan seperti menambah, mengurangi peraturan menyesuaikan dengan perkembangan kompetisi lomba. Untuk hal yang ini tidak bisa diganggu gugat.</li>
</ul>
<p><strong>Hadiah bagi peserta kontes dan penyebar berita kontes</strong></p>
<p>Bagi peserta dan penyebar berita kontes, anda mendapat hadiah kejutan berupa 3 ebook seputar SEO. Jadi ini bisa dipakai sebagai amunisi tambahan untuk bertempur. Berikut hadiahnya:</p>
<p><a href="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2009/06/bonus.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-1300" title="bonus" src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2009/06/bonus.gif" alt="" width="397" height="162" /></a></p>
<p>Untuk mendapatkan hadiahnya, silakan laporkan tulisan anda melalui Peserta Area dengan cara memasukkan URL penyebaran berita kontes di form yang telah disediakan. URL download bonus akan kami berikan mulai tanggal 21 Juni 09.</p>
<p><strong>Tanya Jawab Kontes</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Kapan pendaftaran terakhir?<br />
</strong>Pendaftaran terus berlangsung sampai sehari sebelum kontes berakhir.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Boleh tidak menulis lebih dari satu artikel?<br />
</strong>Sangat boleh.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Punya situs web atau blog lebih dari satu, bolehkah didaftarkan semua?<br />
</strong>Boleh.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>4. Apa maksudnya URL dilarang menggunakan domain bertarget kata kunci. Hanya subdomain dan nama file yang boleh bertarget kata kunci?<br />
</strong>Begini penjelasannya:<br />
- Domain stopdreamingstartaction.com, stopdreamingstartaction.net dan sejenisnya = dilarang<br />
- stopdreamingstartaction.domainanda.com dan sejenisnya = boleh<br />
- domainanda.com/stopdreamingstartaction.html dan sejenisnya = boleh</p>
<p style="padding-left: 30px;">Alasan saya tidak memperbolehkan nama domain dijadikan target karena keterbatasan kesediaan nama domain utk target itu. Jika nanti berebut membeli domain sejenis, kasihan yang belakangan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>5. Bolehkah memakai squidoo.com?<br />
</strong>Boleh.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>6. Bolehkah backlink ke URL utama JokoSusilo.com?<br />
</strong>Boleh.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>7. Boleh melakukan backlink lebih dari satu kali ke blog jokosusilo.com dalam satu artikel?<br />
</strong>Boleh.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>8. Bolehkah beriklan PPC untuk promosi blog?<br />
</strong>Boleh.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>9. Apa memang benar peserta kontes hanya boleh berasal dr dalam negeri?<br />
</strong>Benar. Kontes ini didedikasikan khusus buat seluruh warga Indonesia. Bila anda orang Indonesia, memiliki blog dan memiliki rekening bank di Indonesia, namun tengah berada di luar negeri (sedang sekolah dan lain-lain), anda tetap boleh mengikutinya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>10. Bagi yang sudah menjadi member RahasiaBlogging apakah mendapat hadiah tambahan yang sama?<br />
</strong>Akan diganti dengan hadiah tambahan lain yang sepadan. Maka dari itu jangan tangguhkan membeli RahasiaBlogging.com!</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>11. Metode Black Hat apa saja yang tidak boleh digunakan?<br />
</strong>Semua metode blackhat dilarang.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>12. Berapa panjang tulisan?</strong><br />
Minimal 400 kata.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>13. Bagi penyebar berita kontes apakah diundi?</strong><br />
Tidak. Tanpa diundi anda akan mendapatkan hadiah dari JokoSusilo.com karena membantu menyebarkan informasi ini.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>14. Apa hadiah langsung bagi peserta dan penyebar kontes?</strong><br />
Silakan lihat di atas. 3 ebook tentang SEO sebagai amunisi anda berlomba.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>15. Jika dalam 10 besar ada 2 artikel dari blog yang sama (domain sama), apakah orang tersebut menang dua?</strong><br />
Tidak. Hanya artikelnya dengan posisi teratas yang dianggap sebagai juara.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>16. Jika dalam 10 besar terdapat dua atau lebih blog /situs web yang dimiliki orang yang sama (domain berbeda) apakah akan tetap di hitung sebagai 2 pemenang atau dianggap 1 saja?</strong><br />
Tetap dihitung keduanya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>17. Bagaimana jika saya memakai domain redirect Co.cc?</strong><br />
Maaf tidak dipebolehkan. Pakailah url asli anda.</p>
<p>Aturan tambahan atau ketentuan lain yang dirasa belum jelas, akan diposting pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Karena itu kunjungi terus blog JokoSusilo.com. Komitmen saya, akan menyelenggarakan kontes yang jujur dan adil buat semua.</p>
<p>Selamat ACTION! <strong>GO… GO… GO…!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/kontes-seo-joko-susilo-%e2%80%9cstop-dreaming-start-action%e2%80%9d-dibuka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[cerita motivasi] Kisah Wortel, Telur, dan Kopi</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/cerita-motivasi-kisah-wortel-telur-dan-kopi/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/cerita-motivasi-kisah-wortel-telur-dan-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 04:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.</p>
<p align="justify">Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.</p>
<p align="justify">Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.</p>
<p align="justify">Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.</p>
<p align="justify">Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”&#8221;Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.</p>
<p align="justify">Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”</p>
<p align="justify">Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.</p>
<p align="justify">Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.</p>
<p align="justify">“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”</p>
<p align="justify">“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”</p>
<p align="justify">“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”</p>
<p align="justify">“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”</p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri” </strong></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Sumber: dudung.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/cerita-motivasi-kisah-wortel-telur-dan-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ILMU SEORANG NELAYAN DAN ILMU SEORANG ILMUWAN</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/ilmu-seorang-nelayan-dan-ilmu-seorang-ilmuwan/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/ilmu-seorang-nelayan-dan-ilmu-seorang-ilmuwan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 04:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika seorang yang besar dan berilmu tinggi ingin bepergian ke kota lain di seberang lautan. Maka ia menyewa seorang nelayan dengan perahunya untuk membawanya menyeberang. Udara nyaman, dan angin lautpun pun tenang.
Di tengah perjalanan keduanya mulai terlibat dalam sebuah percakapan menarik. Sang ilmuwan bertanya pada nelayan: “Ya Fulan, dapatkah kamu membaca dan berhitung?”
Sang nelayan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika seorang yang besar dan berilmu tinggi ingin bepergian ke kota lain di seberang lautan. Maka ia menyewa seorang <strong>nelayan</strong> dengan perahunya untuk membawanya menyeberang. Udara nyaman, dan angin lautpun pun tenang.</p>
<p>Di tengah perjalanan keduanya mulai terlibat dalam sebuah percakapan menarik. Sang<strong> ilmuwan</strong> bertanya pada nelayan: “Ya Fulan, dapatkah kamu membaca dan berhitung?”</p>
<p>Sang nelayan menjawab: “Tidak.”</p>
<p>Hmm, sang ilmuwan mengangguk dan berguman: “Sayang sekali. Seperempat hidupmu telah hilang”</p>
<p>Angin yang mulai berhembus agak kencang dan ombak yang semakin tinggi tak mengusik mereka. Keduanya tetap asyik dengan tanya jawabnya.</p>
<p>Lalu bertanyalah ia kembali: “Tahukan kamu tentang ilmu perbintangan ?</p>
<p>Sang nelayan menjawab; “Tidak”</p>
<p>“Hmm, sayang sekali. Seperempat hidupmu telah kau sia-siakan?” guman sang ilmuwan lagi.</p>
<p>Lalu dilanjutkanlah pertanyaannya itu “Tahukah kamu, tentang ilmu dagang?”</p>
<p>Sang nelayan menjawab “Tidak”</p>
<p>“Hmm sayang sekali.  Seperempat hidupmu telah terbuang”</p>
<p>Cuaca semakin buruk, angin bertambah kencang dan ombak tinggi menggulung-gulung. Perahu bergolak naik-turun dan terguncang-guncang hebat. Tapi keduanya tetap asyik dengan pecakapan mereka. Dan demikianlah, berbagai ilmu ditanyakan kepada nelayan, dan setiap kali nelayan menjawab “tidak” maka sepersekian hidupnya telah hilang.</p>
<p>Ketika cuaca makin tidak menentu dan perahu makin oleng, maka tak lama lagi perahu ini akan tenggelam. Keduanya segera terdiam. Dalam suasana mencekam itu tiba-tiba sang nelayan kepada orang yang berilmu tadi.</p>
<p>“Tahukah Bapak caranya berenang?”</p>
<p>Sang Ilmuwan menjawab “Tidak.”</p>
<p>“Hmm, sayang sekali. Seluruh hidup Bapak akan segera hilang!”</p>
<p>* * *</p>
<p>Hidup kita adalah bagaikan mengarungi samudera di tengah berbagai hantaman ombak, tiupan angin dan teriknya matahari serta derasnya hujan. Jika kita tidak mempunyai ilmu yang bisa menyelamatkan perjalanan kita menuju Illahi, maka akan lenyaplah seluruh makna hidup kita ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/ilmu-seorang-nelayan-dan-ilmu-seorang-ilmuwan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cobalah Untuk Berhenti Menjadi Gelas</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/cobalah-untuk-berhenti-menjadi-gelas/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/cobalah-untuk-berhenti-menjadi-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 04:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Iqbal Damawi
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://pembelajar.com/wp-content/uploads/2009/04/iqbal-damawi.gif" alt="Cobalah Untuk Berhenti Menjadi Gelas " width="110" height="130" /><em>Oleh: Iqbal Damawi</em></p>
<p>Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.</p>
<p>“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.<br />
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.</p>
<p>Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”<span id="more-745"></span></p>
<p>Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.</p>
<p>“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru.<br />
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”</p>
<p>Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.</p>
<p>“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.<br />
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.</p>
<p>Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.<br />
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”</p>
<p>Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya. “Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.</p>
<p>Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”</p>
<p>“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.</p>
<p>“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”<br />
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.</p>
<p>“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”</p>
<p>Si murid terdiam, mendengarkan.</p>
<p>“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.” (From : Suluk – logsome)</p>
<p>* * *</p>
<p>Saat anda menghadapi persoalan yang rumit, sangatlah mudah menimpakan semua kesalahan kepada Tuhan. Anda akan berkata, Mengapa dari sekian milyar orang yang Kau ciptakan, kenapa harus aku yang menanggung beban permasalahan ini ya Tuhan? Ya, sangat mudah kita berputus asa, dan berpikir seperti itu. Oleh karena itu, ketika pikiran negatif kita berkuasa, kita akan berpikir untuk menimpakan semua masalah itu ke Tuhan dan lalu menyesal kenapa semua itu harus terjadi pada kita.</p>
<p>Tapi, percayalah, selalu ada pikiran positif yang akan memberikan alternatif yang lebih menenangkan jiwa kita, lalu membuat kita bersyukur di balik semua masalah yang menimpa kita. Bersyukur bahwa semua masalah itu dapat kita hadapi dan membuat kita lebih dewasa. Singkatnya, kita akan belajar tentang hidup ketika kita menghadapi masalah.</p>
<p>Sadarlah selalu, bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki masalah, hanya kadar dan macamnya saja yang berbeda-beda. Seseorang, misalnya, sedang mempunyai masalah dengan keluarganya, sementara yang lain mengalami kesulitan keuangan. Namun intinya sama, yaitu bebas dari masalah. Disadari atau tidak sesungguhnya Tuhan menciptakan persoalan sesuai dengan kemampuan manusianya. Jadi, pada dasarnya tergantung pada manusianya, apakah mampu mengatasinya atau tidak. Bahkan tidak hanya mengatasi, apakah mengubahnya menjadi lebih baik atau tidak.</p>
<p>Menyikapi masalah atau persoalan, setiap manusia mempunyai dua cara meresponnya, ada yang dengan senang hati menerimanya dan ada pula yang putus asa.</p>
<p>Respon yang paling bijak adalah terima masalah tersebut dengan lapang dada, tidak menyesali apa yang telah terjadi dan selalu memupuk spirit. Sungguh, hidup adalah anugerah, sehingga cobalah untuk menerima dengan lapang dada dan senang hati meski hidup terkadang pelik dan sulit. Hidup juga perjuangan, hadapilah semampunya, cari solusinya jika mendapati masalah atau persoalan. Dan jika tidak bisa, mintalah bantuan kepada yang mau dan mampu memecahkan permasalahan kita.</p>
<p>Benar sekali bahwa seseorang belum dikatakan teruji kalau belum tersandung masalah. Kebahagiaan maupun kesuksesan sejati sesungguhnya berawal dari timbulnya masalah, namun dapat diatasi dengan baik. Kita sering mendengar bahwa “dibalik kesulitan, ada kemudahan“.</p>
<p>Cinta, benci, sedih, dan bahagia, itu semua diawali dari pemikiran kita sendiri dan rangsangan dari pihak luar tubuh kita. Semua itu masuk ke dalam otak kita yang mempunyai kadar pertimbangan sendiri untuk memikirkan bahwa input tersebut menyenangkan atau tidak.</p>
<p>Tidak ada orang yang bahagia selamanya. Begitu pun sebaliknya, tidak ada orang yang sedih selamanya. Namun, ada orang yang sebagian besar hidupnya dia merasakan kebahagiaan, walau minim harta, apalagi tahta. Ada juga yang merasakan kesedihan yang tak berujung, walau dia bergelimang harta dan tahta. Bahagia dan sedih sesungguhnya hanya dipikiran kita saja. Kita sendirilah yang membuatnya, mau dibuat sedih atau bahagia. Ya, terkadang situasi sekitarlah yang sedikit banyak mempengaruhi suasana hati kita. Ada orang yang saat perasaan sedih datang, ia melampiaskannya dengan mendekatkan diri pada agama, atau mendengar musik, bahkan menonton dan membaca kisah-kisah lucu. Tapi, ada juga melampiaskannya pada hal-hal negatif, tak patut saya sebutkan di sini. Anda dapat melakukan macam lainnya, misalnya dengan menyenangkan hati orang-orang terdekat, yang pada intinya melakukan hal-hal positif. Marilah kita sejak dini—saat ini—mengenali jati diri kita, agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dari sekarang.</p>
<p>Suatu kali, Mario Teguh, sang Motivator dan konsultan, mendapatkan seseorang “curhat” mengenai pengalaman buruk yang dialaminya. Orang itu bercerita bahwa dirinya merasa dikhianati oleh seseorang yang telah menipunya habis-habisan. Singkatnya, dalam hubungan itu, ia ditinggalkan dan dicampakkan begitu saja. Hatinya perih dan pedih bila mengingat peristiwa itu. Kebahagiaannya hingga saat itu hilang ditelan bumi. Orang itu lalu bertanya pada Mario bagaimana cara menghilangkan perasaan tersebut.</p>
<p>Sang motivator plus konsultas tersebut kemudian memberiman solusinya, bahwa janganlah mengeluhkan perubahan yang terjadi di sekitar kita, dan menyalahkan atas ketidakbahagiaan kita. Mario berujar, “Ingatlah bahwa sumber utama dari ketidak-bahagiaan adalah penolakkan terhadap yang telah terjadi. Apakah yang bisa Anda lakukan untuk yang telah disebut ‘tadi’?Kehidupan Anda berada dalam rentang waktu yang disebut ‘sekarang’ dan sedang terjadi sekarang – sehingga satu-satunya waktu yang bisa Anda gunakan untuk menyebabkan perubahan yang membahagiakan adalah sekarang.”</p>
<p>Ya, saya sepakat dengan Mario bahwa kita memang tidak akan mampu mengubah apa yang sudah terjadi, tetapi kita tetap berkuasa penuh atas apa yang dapat kita lakukan untuk menjadikan apa pun yang terjadi sebagai alasan bagi upaya-upaya terbaik kita. jadi, saat inilah untuk mengubah energi negatif menjadi energi positif.</p>
<p>Mario juga mengatakan bahwa bila kita mensyaratkan kebahagiaan atas suatu keadaan, maka kita pasti tidak akan berbahagia dalam keadaan yang lain. Karena perubahan adalah nama dari perjalanan hidup kita. Oleh karena itu jadikanlah diri kita mampu merasakan kebahagiaan dalam keadaan apapun.</p>
<p>Rasa senang, bahagia, kesal, kecewa adalah salah satu rasa yang ada dalam hati kita. Kita tentu lebih suka jika rasa itu adalah senang dan bahagia bukan? Tetapi apakah kita tetap bisa bahagia dan senang meskipun kita mengalami kejadian yang buruk? Harus kita sadari bahwa kita tak akan pernah bisa mengubah kejadian itu sesuai dengan keinginan kita. Satu yang pasti, kita bisa menentukan rasa yang muncul. Itulah yang dinamakan menata hati. Sangat sulit memang mempraktikannya, walau mudah juga sebetulnya.</p>
<p>Sedari kecil kita telah terbiasa merespon hal-hal yang ada sesuai dengan persepsi kita. Kita selalu berpikir bahwa ketika ada sesuatu yang di luar harapan maka respon yang paling tepat adalah kecewa atau marah. Dan ketika bisa mendapatkan apa yang kita inginkan maka kita akan senang dan bahagia.<br />
Sesungguhnya kebahagiaan dan ketenangan sejati itu tidak tergantung pada apa yang terjadi di luar kita. Kedua hal itu sangat bergantung dengan keadaan di dalam diri kita, pun tidak bergantung pada apa yang kita miliki, siapa kita, pendidikan kita, jabatan kita, dan lain-lain. Kebahagiaan datang dengan menutup mata. Kebahagiaan menghampiri pada siapa saja. Hanya saja kebahagiaan terkadang datangnya tidak gratis. Kita harus melewati ujian-ujian terlebih dahulu, atau juga kadang harus kita kejar baru bisa kita dapatkan.</p>
<p>Oleh karena itu, ada dua yang pasti kita dapatkan dalam meraih hidup ini di mana keduanya harus kita terima dengan ikhlas, jangan hanya salah satunya saja. Dua hal itu adalah bahagia dan sedih/kecewa. Bersiap-siaplah menerima kebahagiaan itu, tapi bersiap-siap pula menerima kesedihan. Marilah kita terima kedua rasa itu sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Bukankah di dunia ini banyak sekali yang berpasangan, kebahagiaan dan kekecewaan adalah salah satunya. Di mana ada bahagia pasti ada kecewa. Begitu juga sebaliknya di mana ada kekecewaan pasti ada kebahagiaan.</p>
<p>Kebahagiaan sesungguhnya tak perlu ditunggu. Rasakanlah saat ini juga. Kebahagiaan dapat kita ciptakan saat ini juga. Awalnya memang sulit dan terkesan dibuat-buat. Tapi lama kelamaan anda akan mendapatkan manfaatnya. Perasaan maupun pikiran anda akan jauh lebih tenang dan damai. Bukankah tujuan utama hidup kita ini adalah meraih kebahagiaan? Entah itu kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak. Nikmatilah kebahagiaan itu saat ini juga. Syukurilah kehidupan kita bagaimana pun adanya, dan betapa pun beratnya hidup yang kita jalani ini. Dengan begitu hidup kita terus berjalan dengan senyum bahagia.</p>
<p>Apakah anda mengukur kebahagiaan dengan materi atau uang? Waspadalah jangan sampai terjebak oleh kebahagiaan semu itu. Karena kenyataannya banyak orang yang bergelimang harta justru mereka merasa tidak bahagia. Oleh karena itu sadarilah bahwa kebahagiaan itu tidaklah identik dengan uang. Kebahagiaan ada di setiap kalangan: atas, menengah, dan bawah.</p>
<p>Saya pun menyadari bahwa tidak mudah memang saat kita mengalami kesulitan keuangan sering kali kita ditimpa kepiluan yang begitu mendalam, tiba-tiba hidup begitu susah. Tapi, kita harus menyadari bahwa kita adalah hamba Tuhan yang sudah diberi anugerah, bahwa seberat apa pun masalah yang kita hadapi sesuai dengan kadar yang Tuhan berikan pada kita. Kita harus yakin akan hal itu. Tuhan tidak serta memberikan kesulitan melebihi apa yang tidak kita atasi.</p>
<p>Ada seorang sahabat menceritakan kepada saya, bahwa dirinya pernah waktu dulu ingin bunuh diri. Persoalan yang dihadapinya, menurutnya, begitu berat. Ditambah lagi dengan situasi bangsa yang semakin terpuruk saja dalam segala hal, terutama dalam hal ekonomi. Dia merasa yang kaya semakin kaya saja, dan sebaliknya, yang miskin semakin miskin.</p>
<p>Tapi seiring waktu berjalan, ia mulai kembali kepada kesadarannya. Ia menata hati dan pikirannya lagi. Dan ia mendapat pencerahan bahwa hidup itu sungguh-sungguh berharga. Apalagi, katanya, ketika ia melihat seorang bapak yang berjualan roti di bulan puasa waktu sahur. Ia mendengar pedagang roti yang sering ia beli waktu dirinya masih kecil, demi untuk melanjutkan hidup. Pedagang itu berjuang pantang menyerah walaupun keadaan hidup semakin berat dengan berdagang roti di saat orang-orang sedang sahur.</p>
<p>Ia juga mengaku tersadarkan saat melihat tukang sapu di jalanan yang kebanyakan bapak-bapak dan ibu-ibu. Walau wajah mereka terlihat lelah dan terbakar oleh sengatan matahari, mereka tetap menjalaninya dengan tulus tanpa berkeluh kesah. Ya, mereka adalah para pejuang sejati.</p>
<p>Jadi, alangkah malunya jika kita sedih (terlalu lama) dan berputus asa, apalagi sampai mau bunuh diri, karena orang-orang yang taraf hidupnya di bawah kita saja begitu tulus menjalani hidupnya. Mereka bekerja keras dan tak ada waktu untuk bermuram durja serta meratapi kesusahannya. Daripada tenaga kita habis oleh hal-hal negatif yang sesungguhnya lambat laun akan menggerogoti “dunia” kita yang berharga, lebih baik salurkan energi positif kita yang tanpa kita sadari akan membantu kita mendapatkan kebahagiaan. Mari kita membantu orang lain dan yakinlah hidup kita akan baik pula. Sekecil apa pun yang kita lakukan, yakinlah bahwa hal itu akan mempunyai dampak yang besar pada diri kita.</p>
<p>Ada benarnya jika hidup ini diumpamakan seperto roda, karena kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Kadang kita sedih tapi kadang juga senang. Ketika kita berada di bawah dan selalu di rundung sedih dan menderita, yakinlah kalau hidup kita akan berubah kepada yang lebih baik. Tentunya asal kita terus berusaha dengan disertai doa yang tulus. Mudah-mudahan dengan keyakinan itu membuat sikap selalu optimis. Jadikanlah hati anda seluas samudra, jangan hanya sesempit gelas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/cobalah-untuk-berhenti-menjadi-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Gratis Cara membuat Ebook</title>
		<link>http://kudus.net78.net/2009/06/panduan-gratis-cara-membuat-ebook/</link>
		<comments>http://kudus.net78.net/2009/06/panduan-gratis-cara-membuat-ebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 05:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[E-book Gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kudus.net78.net/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Download Filenya di bawah ini:
http://www.ziddu.com/download/5265033/PanduanMembuatEbook.txt.html
Semoga Bermanfaat
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Download Filenya di bawah ini:</p>
<p><a class="normal12blue" href="http://www.ziddu.com/download/5265033/PanduanMembuatEbook.txt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/5265033/PanduanMembuatEbook.txt.html</strong></a></p>
<p>Semoga Bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kudus.net78.net/2009/06/panduan-gratis-cara-membuat-ebook/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Code -->
